PERILAKU TERPUJI DALAM ISLAM

Perilaku Terpuji Dalam Agama Islam

Assalamu’alaikum ya sahabat muslim, bagaimana kabar anda hari ini?? Semoga Allah masih memberikan kesehatan kepada kita semua, Aaamiin.
Ya kali ini Blog Khoir Salam akan sedikit menjelaskan beberapa sikap terpuji dalam agama islam. Untuk Info jelas nya silakan dibaca untuk kebaikan kita bersama, semoga bermanfaat :).

Pengertian Tawaduk, Taat, Qana’ah dan Sabar

1. Tawaduk

     Tawaduk adalah merendahkan diri dengan sopan santun yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah. Rendah hati terlihat dari sifatnya , misalnya tidak sombong, tidak riya, tidak suka menghina orang lain, bersikap sopan, kata-katanya lemah lembut, dan menghormati orang lain.7_205

Artinya : Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S AL-A’raf : 205)

Dengan memiliki sikap tawaduk manusia akan terhindar dari sifat angkuh, riya dan sombong, karena sifat itu akan menjerumuskan kita kedalam neraka.

Allah swt. Berfirman :

7_146

Artinya : Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

Rasulullah saw, selalu menyuruh umatnya untuk selalu bersikap tawaduk. Sikap tawaduk harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap perkataan dan perbuatan islam. Dengan sifat tawaduk, manusia akan memiliki sifat luhur dan mulia sesuai dengan martabatnya.

2. Taat

Pengertian taat adalah sikap patuh, tunduk dan setia. Taat kepada Allah swt. berarti patuh, taat, tunduk setia kepada Allah, yang dapat diwujudkan dengan melaksanakan perintah – perintah – Nya dan menjauhi larangannya berdasarkan contoh dari Rasulullah saw..

Perilaku taat merupakan perintah Allah swt. Sebagaimana firman Allah sebagai berikut :

4_59

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Ciri-ciri orang yang taat kepada Allah sebagai berikut :
a. Beriman kepada Allah

  1. Tekun menjalankan ibadah kepada Allah.
  2. Senang bersedekah.
  3. Sabar dan senang memaafkan orang lain.
  4. Selalu mengingat Allah dalam setiap kesempatan.
  5. Selalu menjauhi semua larangan Allah swt.

Perilaku taat dapat di implementasikan sebagai berikut :

  1. Taat kepada seluruh perintah allah dan rasulnya.

Taat kepada allah dapat dilakukan dengan menjalankan shalat 5 waktu, puasa ramadhan, mengeluarkan zakat, melaksanakan seluruh ibadah dan perintah Allah.

2. Taat dalam meninggalkan seluruh larangan Allah swt.

Segala larang Allah tidak boleh kita langgar. Contohnya kita harus meninggalakan dan menjauhkan perjudian, syirik, minuman keras, dan perkataan kotor.

3. Taat kepada sesama manusia.

Taat kepada sesama manusia dapat berupa ketaatan kita kepada orang tua, kepada bapak/ibu guru dan sebagainya.

Sikap tersebut harus, bahkan wajib kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari dilingkungan keluarga, sekolah, dan bermasyarakat.

Manfaat Taat :

  1. Semakin mendekatkan diri kepada allah..
  2. Menjadikan kita dicintai allah dan rasulnya.
  3. Memiliki kedudukan yang mulia di sisi allah.
  4. Disegani oleh orang lain.
  5. Dimasukan ke surga oleh allah swt..

3. Qana’ah

Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjaukan diri dari sifat tidak puas atau merasa kurang. Kana’ah bukan berarti bermalas-malasan dan tidak mau bekerja keras. Kana’ah justru berfungsi sebagai dinamisator yang mendorong manusia untuk giat bekerja dalam mencapai kesejahteraan hidup.

Oleh karena itu, islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu melihat kebawah dalam hal urusan dunia. Hal itu akan membuat manusia mensyukuri, segala sesuatu yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasa syukur itu pada dasarnya akan menumbuhkan sikap Qana’ah.

Disamping itu Kana’ah juga berfungsi sebagai stabilisator. Dengan mempunyai sikap Qana’ah akan mempunyai sifat stabil karena ia mampu.

  1. Bersyukur apabila dalam usahanya dan jauh dari sifat sombong.
  2. Bersabar dan berlapang dada apabila ia gagal dalam usahanya dan jauh dari sifat frustasi.
  3. Memiliki harta yang tentram dan damai.
  4. Membebaskan diri dari sifat rakus dan tamak.
  5. Menyadari bahwa kaya dan misikin tidak terletak pada harta, tetapi pada hati.
  6. Hidup hemat, tidak bergaya hidup lebih bsear pasak daripada tiang.
  7. Menyadari bahawa harta berfungsi sebagai bekal ibadah.

Fungsi dan posisi Qana’ah

No. Sikap Mundur yang negatif Qana’ah Sikap maju yang negatif
1 Frustasi Realistis Berangan – angan
2 Suka mengeluh Menerima apa adanya Serakah, rakus, tamak
3 Statis dan malas Dinamis, kreatif, Inovatif Labil, dan meladak – ladak
4 Masa bodoh Penuh gairah dan semangat Pemburu dunia
5 Resah Tenang dan stabil Ambisius negatif
6 Pesimis Optimis Tanpa perhitungan
7 Kikir Dermawan dan hemat Pemboros
8 Iri Syukur, nikmat, tawakal, takwa Kufur nikmat

4. Sabar

Manusia adalah makhluk yang lemah. Kita sering menjumpai orang yang mendapat cobaan, cepat mengeluh, dan putus asa. Untuk menghadapi hal itu, diperlukan sifat sabar. Sabar berarti tahan menghadapi cobaan. Hatinya tetap teguh dan tetap berusaha mencari jalan keluar dari kesulitan itu.

Imam Al-Gazali menjelaskan bahwa sifat sabar mempunyai 3 unsur sebagai berikut:

  1. Ilmu adalah pengetahuan atau kesadran bahwa sabar itu mengandung kemaslahatan dalam agama. Sabar akan membawa manfaat bagi seseorang dalam menghadapi segala problema hidup.
  2. Hal adalah keadaan hati yang memiliki pengetahuan atau kesadaran.
  3. Amal adalah terwujudnya hal dalam tingkah laku.

Selanjutnya imam al-gazali mengumpamakan 3 unsur kesabaran terseut sebagai sebatang pohon. Ilmu adalah batangnya, hal adalah cabangnya, dan amal adalah buahnya.

Sabar dibedakan 3 macam yaitu, sabar ‘ala ta’ah, sabar ‘ala ma’siyah, dan sabar ‘ala musibah.

  1. Sabar ‘ala ta’ah yaitu sabar dalam menjalankan perintah Allah, misalnya, shalat, Puasa, dan Haji.
  2. Sabar ‘ala ma’siyah yaitu sabar dan tabah meninggalkan larangan Allah, misalnya meninggalkan perudian, penipuan, aniaya dan lail-lain.
  3. Sabar ‘ala musibah yaitu sabar dan tabah ketika menghadapi cobaan yang menimpa dirinya, misalnya kehilangan barang, dikurangi rezekinya, dan mendapatkan kecelakaan.

Allah berfirman sebagai berikut :

2_153

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Manfaat peranan sifat sabar dalam kehiduan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. Sabar dalam menimbulkan perasaan optimis dalam mengalami kesulitan.
  2. Orang yang sabar akan dikasihani dan ditolong oleh Allah swt..
  3. Sabar dapat menimbulkan ketabahan dan ketenangan jiwa.
  4. Kesabaran menyelesaikan segala pekerjaan dan kesulitan.
  5. Kesabaran dapat menghilangkan segala prasangka tidak baik.

Manfaat sifat Tawaduk, Taat, dan Qana’ah

A. Manfaat sifat tawaduk
1. Dapat menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari.
2. Dapat terhindar dari sifat riya.

B. Manfaat sikap Taat
1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt..
2. Menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
3. Terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh Allah swt..
4. Mampu menjalankan segala perintah Allah swt..
5. Mendapatkan balasan surga saat di akhirat.

C. Manfaat Qana’ah
1. Selalu mensyukuri segala nikmat oleh Allah swt..
2. Terhindar dari sifat tamak.
3. Tidak mudah putus asa dan selalu bekerja keras.
4. Selalu berbaik sangka(Husnuzan) kepada Allah tentang segala hal yang diterima Oleh Allah swt..
5. Mempunyai hati yang tenagn dan tentram.

D. Manfaat Sabar
1. Memperoleh keberuntungan.
2. entram jiwanya karena menerima takdir Allah swt..
3. Memperoleh ampunan, berkah, rahmah serta hidayah Allah swt..
4. Memperoleh pahala dan pertolongan Allah

 

WUJUD SIFAT TAWADUK, TAAT, QANA’AH, DAN SABAR

Salah satu wujud sifat tawaduk ialah saat melaksanakan ibadah kita niaktan semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah swt.. Dengan penuh khusyuk kita menjalankannya serta dapat memersepsikan dalam hati bahwa manusia adalah mhluk lemah yang meminta pertolongan hanya kepada Allah swt.. Dalam kehidupan bermasyarakat perwujudan sifat tawaduk adalah selalu menjaga sopan santun dalam pergaulan masyarakat.

Wujud sikap taat ialah menjalankan perintah Allah swt. dan menghindari larangan Allah swt..

Adapun wujud sifat Qana’ah ialah selalu bekerja keras dan berusaha, setelah itu menerima hasilnya dengan syukur karena semuanya adalah hikam dari Allah swt..

Wujud dari sifat sabar ialah menerima apa yang diberikan Allah dengan hati lapang dada serta berprasangka baik terhadap semua kepastian Allah swt..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s